Artikel Pilihan Editor

Kelabui Pemilik Kontrakan, Terduga Teroris Ini Pakai KTP Palsu

Kelabui Pemilik Kontrakan, Terduga Teroris Ini Pakai KTP Palsu

Bandung, Jambipro.com - Wisnu Putra alias Sahid, terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kampung Pulo, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung berdalih sedang mencari tempat usaha pengobatan alternatif saat bertransaksi dengan sang pemilik kontrakan, Ikke Solihah (25 thn).

Kepada Ikke, Wisnu Putra mengaku bernama Sahid dan menguatkan alibinya itu dengan KTP palsu. Menurut Ikke, Wisnu Putra alias Sahid datang ke kontrakannya pada 21 Maret 2019 lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

"Dia langsung menemui ayah saya yang tinggal di belakang bangunan kontrakan, karena saya tinggal di Kota Bandung," ujar Ikke, Senin 1 April 2019.

Menurut Ikke, Wisnu Putra alias Sahid mengaku kepada ayahnya berasal dari Bali. Bertujuan tinggal sementara di kontrakan milik Ikke dengan dalih sedang mencari rumah kontrakan lain di wilayah Cimahi untuk sekalian dijadikan tempat usaha.

"Saat datang malam-malam, ia bicara pada ayah saya bahwa ingin mengontrak kamar. Ia lalu menyodorkan fotokopi KTP dan uang Rp 700.000 sesuai tarif kontrakan saya per bulan. Ayah saya tidak curiga karena orangnya terlihat baik dan nyantri," jelasnya.

Akan tetapi, dua hari kemudian Ikke mengaku dihubungi Ketua RW di lingkungan kontrakan miliknya. Ketua RT lalu meminta fotokopi  KTP Wisnu Putra alias Sahid karena tengah dicari oleh kepolisian.

Berselang dua hari, Ketua RT tersebut kembali menghubungi Ikke untuk menanyakan apakah ada orang bernama Wisnu yang mengontrak di rumah kontrakan miliknya.

"Saya heran, karena memang tak ada yang namanya Wisnu terdaftar mengontrak," imbuhnya.

Penasaran, Ikke mengirimkan fotokopi  KTP Sahid kepada Ketua RT. Ketua RT tersebut membenarkan bahwa Sahid adalah Wisnu Putra yang tengah dicari polisi.

Kemudian pada Kamis 28 Maret 2019 pukul 15.00 WIB, Ikke kembali dihubungi ketua RT bahwa orang yang mengaku bernama Sahid dan menempati kamar nomor 6 sudah ditangkap polisi. Namun ketika itu, informasi yang ia terima adalah bahwa Wisnu Putra alias Sahid ditangkap karena terlibat kasus pengedaran narkoba.

"Pukul 18.00, saya datang ke rumah kontrakan dan memeriksa kamar yang sempat dihuni Sahid. Ternyata sudah kosong dan katanya semua barang-barang milik Sahid dibawa aparat kepolisian," katanya.

Ia mengaku kecolongan dengan kejadian tersebut. "Satu-satunya kecurigaan adalah orang itu tidak menawar tarif rumah kontrakan padahal selama ini setiap pengontrak selalu menawar terlebih dulu," terangnya.

Sementara, Kepala Desa Bojongmalaka, Jajang Junaedi mengatakan, dirinya sudah melakukan pengawasan seperti biasa. "Setelah 21 Maret masuk, 22 Maret kami langsung mengidentifikasi dan meminta KTP yang bersangkutan," imbuhnya.

Menurut Jajang, Wisnu Putra alias Sahid tinggal di rumah kontrakan milik Ikke bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Bersama Wisnu Putra alias Sahid, istri dan anaknya ikut diamankan tim Densus 88 Antiteror saat penggerebekan pada 28 Maret 2019 lalu.


Komentar